Minggu, 08 April 2012

KEUNGGULAN TRADING FOREX

Trading Forex  adalah Pasar paling likuid di dunia

Keunggulan trading forex yang pertama adalah volume harian trading forex seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya mencapai angka $3.2 triliun pada tahun 2007, tertinggi sepanjang sejarah. Selain trading forex 20 kali lebih tinggi dibanding gabungan volume New York Stock Exchange bersama NASDAQ, Forex juga merupakan pasar terbesar di seluruh dunia, sehingga pasar ini juga merupakan pasar paling likuid sedunia. Dalam arti bahwa trader atau investor dapat dengan mudah mengambil atau mencairkan posisi trading forex, tanpa penundaan yang berarti. Berbeda halnya dengan pasar saham. futures option atau komoditi lain, dimana persoalan likuiditas masih menjadi fokus utama terutama setelah berakhirnya waktu perdagangan.

Pasar trading forex 24 jam

Keunggulan trading forex yang kedua adalah pasar Forex memiliki keunikan tersendiri yang membuat trader atau investor dapat mengaksesnya dengan lebih mudah tanpa harus menunggu pembukaan sebuah bursa. Selalu ada pusat transaksi keuangan dunia yang buka, dimana bank, hedge fund, perusahaan dan private investor ikut berpartisipasi (lihat tabel 1).

Partisipan trading forex di seluruh dunia dapat melaksanakan transaksi baik siang maupun malam. Keunikan ini sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh pekerja atau karyawan nine-to-five (8 jam kerja), karena pasar Forex dapat diakses sore maupun malam hari. Sementara di pasar saham, Anda hanya dapat mengakses pasar dengan batasan waktu kurang dari 7 jam sehari.
trading forex waktu pembukaan
Tabel 1: Jam pembukaan beberapa pasar
Trading Forex Beli atau jual kapan saja

Keunggulan trading forex yang ketiga adalah ketika trading saham, short-sell hanya boleh dilakukan pada saat pasar mengalami up-tick (peraturan yang berlaku untuk bursa AS). Terkadang faktor ini dapat menyebabkan kekecewaan bagi para trader karena hanya mampu melihat harga saham mereka jatuh, dan menunggu terjadinya up tick baru dapat mengambil tindakan. Dalam bursa futures, berlaku batasan bawah dan atas ketika kontrak futures telah diperdagangkan mencapai persentase tertentu dari harga penutupan sehari sebelumnya.

Trading Forex, bagaimanapun, mengijinkan Anda untuk menjual mata uang kapan saja tanpa harus menunggu up-tick atau batasan persentase tertentu.  Ini berarti eksekusi posisi dapat dilakukan dengan instan dan efisien, sehingga peluang pasar dapat dimanfaatkan baik dalam pasar bullish maupun bearish.

Lebih lanjut lagi trading forex tidak mengenal batasan waktu untuk memegang posisi. Ketika Anda telah mengambil posisi di pasar, Anda dapat mempertahankan posisi tersebut selama yang Anda mau.

Selisih harga jual/beli trading forex yang ketat (Bid/Ask spread)

Keunggulan trading forex yang keempat adalah akibat tingginya likuiditas yang terjadi di pasar, spread atau selisih harga penawaran dan permintaan menjadi lebih kecil. EUR/USD dapat diperdagangkan dengan selisih hanya 3 pips (poin).

Dalam trading forex, spread yang lebih rendah membuat transaksi dapat mencapai level BEP (break even point) lebih cepat. Jika Anda membeli EUR/USD  di harga 1.4000, dengan spread 3 pips (asumsi tanpa komisi) maka pada harga 1.4003 Anda telah mencapai titik break-even. Sehingga akibat faktor ini, trading Forex umumnya lebih murah dibanding instrumen ekuitas atau futures.

Leverage tinggi

Keunggulan trading forex yang kelima adalah pasar Forex menawarkan leverage tertinggi dibandingkan seluruh instrumen finansial yang ada. Penggunaan leverage dalam trading forex membuat Anda mampu memperdagangkan aset dengan nilai yang jauh lebih besar dibanding jumlah modal yang Anda setorkan.

Trading Forex umumnya memiliki leverage 100:1, berarti Anda dapat memperdagangkan mata uang senilai $500,000 dengan hanya menggunakan modal sebesar $5,000. Penggunaan leverage juga membuat investor mampu memaksimalkan potensi keuntungan dengan modal yang ada, karena keuntungan yang diperoleh akan selalu dikalikan dengan nilai kontraknya bukan dari modal yang disetorkan.

Di sisi lain, karena peluang menghasilkan keuntungan di trading forex maksimal, potensi kerugian pun turut meningkat. Sehingga seorang investor perlu memperhatikan tingkat penerimaanya terhadap resiko, dan penggunaan leverage akan sangat tergantung dari poin ini.

KONSEP TRADING FOREX

Konsep Trading Forex

Trading forex merupakan suatu pertukaran mata uang diseluruh dunia melalui hubungan jaringan elektronik. Forex sendiri merupakan singkatan dari Foreign exchange yang merujuk pada pasar mata uang, dimana yang pelaksanaannya dilakukan oleh perusahaan broker dan bank-bank yang melakukan pertukaran mata uang,

Pasar trading forex adalah pasar terbesar dan terlikuid dari seluruh pasar finansial yang ada. Dengan volume perdagangan per hari yang mencapai angka US$3.2 triliun, transaksi trading forex jauh lebih besar dibandingkan akumulasi seluruh volume ekuiti dan futures yang ada di Amerika Serikat (lihat gambar 1).

Gambar 1: Volume harian NYSE VS Volume harian FX
Perdagangan trading forex sebelumnya dilaksanakan secara eksklusif oleh pemerintah dan perbankan. Namun, karena pesatnya pertumbuhan informasi dan kemudahan jaringan internet, trading forex telah meluas dan dapat dilaksanakan oleh siapapun.

Gambar : Volume harian NYSE VS Volume harian FX

Perkembangan pesat dan tingkat volume yang terus membesar tersebut membuat pasar trading forex sulit untuk dimanipulasi, bahkan bank sentral sekalipun tidak memiliki kemampuan untuk mendorong atau mempertahankan nilai mata uang mereka dalam waktu cukup lama.

Pengertian Trading Forex

Foreign Exchange, biasanya disebut juga dengan FX. Di Indonesia, istilah ini lebih dikenal dengan , sebuah singkatan dari Valuta Asing, yang berarti nilai tukar asing atau mata uang selain rupiah.

Transaksi di trading Forex, berarti mempertukarkan atau memperdagangkan mata uang yang satu dengan mata uang yang lain. Tidak seperti instrumen pada umumnya, trading forex diperdagangkan dalam pasangan-pasangan tertentu (pairs), misalnya Euro/US dollar (EUR/USD) atau US Dollar/Japanese Yen (USD/JPY). Seseorang yang membeli mata uang Euro, secara otomatis juga telah menjual mata uang Dolar AS secara bersamaan.
{break}
Contoh trading forex:

Mata uang yang berbeda hampir di setiap Negara, mengakibatkan adanya nilai tukar terhadap masing-masing nilai mata uang yang bersangkutan di Negara yang berbeda.

Bayangkan, sebagai warga negara Indonesia, Anda ingin melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Untuk perjalanan dan memenuhi biaya hidup di sana, Anda harus menukarkan mata uang Rupiah kepada dollar AS. Misalnya pada saat itu Anda membeli $5,000 di harga Rp.11.000,-, dan dana rupiah yang Anda harus keluarkan untuk mendapatkan sejumlah dolar tersebut Rp. 55.000.000,-.

Dan ternyata setelah Anda pergi ke AS, seluruh pengeluaran Anda ditanggung sepenuhnya oleh keluarga Anda yang ada di sana, sehingga bahkan ketika kembali ke Indonesia sekalipun Anda masih memegang dana $5,000.

Anda kemudian ingin menukarkan kembali mata uang tersebut ke dalam rupiah, yang pada saat itu pada rate 12,000, akibatnya dana Anda sekarang telah berjumlah sebesar Rp.60,000,000. Akibat kenaikan harga USD tersebut, Anda mendapatkan Rp.5,000,000 sebagai uang lebih dari modal Anda semula.

Dengan membeli mata uang USD di harga yang lebih rendah (11,000) dan menjualnya pada harga 12,000, kemudian mendapatkan keuntungan seperti contoh di atas, berarti Anda telah melakukan sebuah transaksi trading forex.

Dalam trading forex biasa, terdapat sedikit perbedaan dengan contoh di atas. Trading forex memiliki pelaku perdagangan yang memiliki tujuan berbeda-beda. Sebagian besar dari mereka bukan membeli mata uang dengan tujuan pertukaran saja, namun untuk mendapatkan keuntungan darinya.

Pasar trading forex juga memiliki selisih harga beli dan jual (bid/ask) yang cukup ketat atau kecil, tidak seperti money changer yang pada umumnya memiliki selisih yang besar.

Mata uang juga diperdagangkan dalam kontrak trading forex memiliki ukuran satuan  (biasa di sebut lot), senilai dengan $100,000. Sementara di money changer Anda dapat menukarkan mata uang dengan jumlah berapapun yang Anda mau.

Anda mengambil posisi transaksi trading forex ketika mengharapkan nilai suatu mata uang mengalami kenaikan atau penurunan dibanding mata uang yang lain. Jika mata uang yang Anda beli mengalami kenaikan nilai, Anda mungkin ingin melikuidasi posisi Anda dengan menjualnya di pasar. Sehingga di saat yang bersamaan, Anda juga membeli mata uang yang lain.

Mata uang yang paling umum diperdagangkan di pasar trading forex adalah US Dollar, Yen Jepang, Euro, British Pound, Swiss Franc, Canadian Dollar dan Australian Dollar (lihat gambar 2). Pasar FX berjalan 24-jam sehari, 5 hari seminggu dan akses yang tidak terputus dengan dealer global. Pasar trading forex tidak terpusat dalam satu bursa, tidak seperti saham dan futures.
Gambar : Mata uang yang paling umum diperdagangkan.

INVESTASI VS TRADING

Investasi Vs Trading

Konsep yang harus Anda pahami pertama kali adalah adanya perbedaan mendasar antara trading dan investasi. Pendapat umum mengatakan bahwa dua hal ini memiliki substansi yang sama, namun perumpamaan di bawah diharapkan dapat memberi gambaran tentang perbedaan keduanya.
Anda membeli sebuah rumah dengan tujuan untuk menyimpannya sebagai modal dan mendapatkan pasif income. Untuk itu Anda menyewakan rumah tersebut kepada pihak yang membutuhkan.
Seiring waktu, nilai rumah tersebut umumnya mengalami kenaikan dan Anda juga mendapatkan pendapatan tambahan dari penyewaan rumah setiap tahunnya.
Prinsip ini berbeda secara mendasar dengan trading. Trading dalam contoh di atas akan teraplikasikan ketika tujuan Anda membeli rumah adalah untuk menjualnya kembali pada harga yang layak, dan keuntungan Anda diperoleh dari selisih harga pembelian dan penjualan.
Keduanya (investasi dan trading) memiliki cara yang mirip dan dapat saling menguntungkan, namun dari contoh di atas kita dapat mengambil kesimpulan tentang ciri yang membedakannya.
Dunia Keuangan
Investasi pada instrumen keuangan menganut prinsip yang sama, ketika membeli aset semisal saham keuntungan modal akan Anda dapatkan ketika harga saham naik, sementara pasif incomenya Anda peroleh dari dividen yang dibagikan.
Resiko pertama yang muncul dari investasi ini adalah kebutuhan akan counter party. Dengan kata lain, setiap Anda ingin membeli aset, di sana harus ada pihak lain yang menjual. Sebaliknya ketika Anda ingin menjual aset tersebut kembali, harus ada juga pihak yang bersedia membeli.
Resiko counter party muncul dengan sendirinya ketika harga mengalami perubahan cepat misalnya penurunan drastis. Anda akan mengalami kesulitan untuk menemukan pembeli.
Resiko selanjutnya adalah potensi partial fills dimana hanya sebagian saja dari aset Anda yang berhasil terjual.
Aset di atas dapat juga diaplikasikan dalam konsep trading, dengan tingkat resiko counter party lebih rendah walaupun dengan produk yang sama. Hanya saja Anda tidak dapat mengambil keuntungan sesaat dari pernurunan harga yang drastis. Sebab short selling memiliki peraturan yang ketat dan di beberapa negara termasuk Indonesia, hal tersdbut sepenuhnya di larang.
Derivatif/ Berjangka
Sementara itu, di bagian lain dunia keuangan, terdapat fasilitas trading yang mampu menjawab berbagai kekurangan tersebut di atas. Yang menjamin likuiditas sepenuhnya terlaksana, baik dari sisi kenaikan dan penurunan harga, maupun dari jumlah aset yang ditransaksikan.
Dalam dunia finansial, terdapat produk-produk derivatif dan produk berjangka yang memenuhi kriteria tersebut di atas yang diperdagangkan di dalam bursa tersendiri. Terdapat banyak keunggulan yang dapat dimanfaatkan dari trading di bursa berjangka. Kelebihan-kelebihan yang patut disimak, antara lain:
  1. Jangka Waktu
    Jangka waktu investasi memiliki rentang yang*panjang dan mengikat hingga mencapai tingkat keuntungan ideal. Sedangkan jangka waktu trading diproyeksikan beberapa bulan saja. Seorang investor yang membeli tanah pada lokasi yang menjanjikan dari sisi ekonomi, tetap membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menunggu harga tanahnya mengalami kenaikan yang ideal. Penggunaan waktu yang lebih efisien dapat dijumpai pada perdagangan produk berjangka, karena trader dapat mengubah jangka waktu tradingnya dengan menggunakan timeframe yang lebih pendek. Rentang time frame ini dapat disesuaikan hingga sampai 5 menit atau bahkan 1 menit.
  2. Likuiditas
    Dalam dunia investasi, likuiditas trading atau investasi memiliki arti seberapa besar pasar yang tersedia dapat menyerap produk yang di transaksikan (rasio jumlah penjual dan pembeli). Semakin tinggi likuiditas, maka semakin mudah pula proses trading dapat dilakukan. Likuiditas yang rendah membawa kesulitan bagi penjual untuk menemukan pembeli. Bursa berjangka memiliki likuiditas transaksi yang sangat cepat, dijalankan secara online dan dapat melaksanakan transaksi dimanapun Anda berada, tanpa antrian dan tanpa partial fill. Disamping itu, Anda juga dapat langsung melakukan aksi jual tanpa harus direpotkan oleh delay atau proses birokrasi apapun. Hal-hal tersebut bisa dilakukan kapan saja selama sesi perdagangan trading.
  3. Potensi Keuntungan
    Dalam investasi tradisional, tidak terdapat fasilitas leverage karena berbasis modal penuh. Leverage merupakan layanan bagi investor untuk melakukan pembelian suatu instrumen trading dengan hanya mengeluarkan sebagian kecil dari modal investasi/ harga instrumen tersebut. Dalam perdagangan derivatif/ berjangka (penjelasan lebih detil bisa dilihat pada artikel selanjutnya), sebuah instrumen trading berjangka dapat dibeli dengan modal 10% dari nilai instrumen, bahkan ada produk yang dapat dibeli dengan hanya mengeluarkan 1% modal dari nilai instrumennya.
    Perumpamaan penggunaan leverage trading, dapat disimak dalam contoh cerita berikut ini. Seandainya Anda membeli tanah di daerah ‘elit’ ibukota seharga Rp 1 Miliar, dan setelah satu tahun kemudian ketika harganya mencapai Rp.1,1 Miliar, Anda-pun menjual aset tersebut sehingga menghasilkan keuntungan Rp 100 juta. Return On Investment (ROI) Anda akan menjadi: Rp.100.000.00,-/ Rp.1.000.000.000,- x 100% = 10%
    Anda dapat membandingkannya dengan potensi yang bisa diraih melalui trading produk derivatif berdasarkan contoh berikut. Anda membeli 100 troy ounce emas pada harga $1,000 per troy ounce, sehingga total nilai investasi Anda $100,000 (100 troy ounces x $1,000). Namun karena penggunaan leverage, modal yang Anda butuhkan untuk melaksanakan pembelian ini hanyalah sebesar $10,000. Selanjutnya Anda menjual emas tersebut pada harga $1,100 per troy ounce. Dari transaksi ini, Anda memperoleh profit sebesar $10,000 ($100.00 x 100 troy ounce). Perhitungan ROI Anda adalah sebagai berikut:
    $10,000 / 10,000 x 100% = 100% dari nilai investasi kita.

MENGENAL INVESTASI TRADING

Perkenalan

 

Istilah 'investasi' tentu sudah sangat familiar bagi sebagian besar masyarakat. Menanamkan sejumlah modal pada suatu aset atau lahan bisnis diyakini dapat meningkatkan taraf kehidupan menuju arah yang lebih baik.
Pola pikir tersebut mengacu pada imbal hasil dari modal yang memberikan keuntungan besar. Tujuan akhir dari keputusan ber-investasi tak lain adalah untuk meraih kebebasan finansial. Sesuatu yang sulit sekali didapatkan melalui upaya konvensional, seperti pada dunia kerja.
Tingkat keuntungan investasi dari jenis apapun itu dipastikan memiliki resiko, seperti halnya resiko yang tetap ada pada bisnis atau usaha lain, tanpa pandang bulu.
Sebagai contoh, fenomena krisis finansial Asia pada tahun 1998, yang telah ‘memakan’ aset dan modal pebisnis besar yang tidak terhitung jumlahnya. Peristiwa serupa terulang 10 tahun kemudian di belahan dunia yang berbeda, krisis Sub-prime Mortgage menghantam Amerika Serikat . Isu besar yang menghantam sektor perumahan di seluruh penjuru Amerika Serikat tersebut telah mengantarkan negara-negara Eropa pada krisis lain yang lebih besar, yakni krisis hutang. Krisis demi krisis telah banyak membuat perusahaan gulung tikar, termasuk perusahaan raksasa seperti Lehman Brothers. Bahkan semakin besar usaha dan potensi keuntungannya, semakin besar pula potensi resiko yang bakal ditanggung. Dengan kata lain, Reward dan Risk mempunyai korelasi yang sama dan tidak terbantahkan.
Selanjutnya, terdapat dua varian investasi yang jadi opsi, yakni investasi pada sektor riil dan non-riil. Investasi riil pada umumnya membutuhkan modal besar dan waktu yang relatif lama untuk mencapai break-even point, terlebih lagi untuk mencapai keuntungan. Disamping itu, jenis investasi ini mensyaratkan kekuatan manajerial dan dukungan eksternal yang kuat demi mencapai prospek keuntungan dan pertumbuhan jangka panjang.
Berdasarkan statistik Small Business Administration (SBA), hanya 44% unit bisnis yang dapat bertahan lebih dari empat tahun. Rasio keberhasilan tersebut terbilang cukup menyedihkan untuk dijadikan tolok ukur investasi.
Tantangan lain yang menyebabkan sulitnya bisnis riil bertahan, antara lain:
  • Struktur modal kurang efektif
  • Ekspansi yang terlalu pesat, sebagaimana tampak pada banyaknya bisnis di AS yang roboh ketika krisis finansial terjadi
  • Anggaran pengeluaran yang terlalu besar, terutama untuk promosi
  • Pemilihan lokasi yang kurang strategis
  • Perencanaan bisnis yang tidak konkrit dan kurangnya efektifitas dalam kinerja manajemen
Sebagian besar dari tantangan tersebut di atas tentunya tidak ditemukan dalam dunia investasi keuangan terutama investasi berjangka atau derivatif.
Radio Jockey By : PRO™IGOR LATTE
InstaForex

PREVIEW ANALISA FOREX HARI INI :

BERITA PERUSAHAAN INSTAFOREX

BERITA PENTING FOREX HARI INI :